Bermain Adalah Belajar Bag4

Sementara permainan yang diarahkan, akan tetap menyenangkan selama ciri-ciri dari aktivitas bermain tetap dikedepankan, antara lain: ? Dilakukan berdasarkan motivasi intrinsik anak, artinya anak ingin terlibat tanpa paksaan. Anak ingin bermain untuk kepentingan anak sendiri, bukan semata-mata karena menjalankan arahan orangtua.

Baca juga : ausbildung jerman

Perasaan anak diwarnai oleh emosi-emosi positif. Meskipun terkadang kegiatan bermain dibarengi oleh perasaan takut, misalnya meluncur dari atas papan seluncur, tetapi anak ingin selalu mengulangi karena ada perasaan senang, hebat, yang dirasakan. ? Kegiatan yang diarahkan bersifat fl eksibel, mudah beralih dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Tidak terpaku pada jadwal atau urutan kegiatan yang kaku. ? Tidak terfokus pada hasil akhir atau tujuan yang ingin dicapai. Tidak terdapat tekanan untuk mencapai prestasi tertentu atau target tertentu dari bermainnya. ? Anak diberi kebebasan memilih. Kebebasan membuat pilihan ini yang membuat aktivitas bermain menjadi berbeda dengan aktivitas belajar atau bekerja.

Terdapat kualitas pura-pura. Kualitas pura-pura yang dimaksud di sini adalah kegiatan bermain sesungguhnya berbeda dengan kehidupan nyata. Misal, anak berpura-pura menjadi guru, menjadi pahlawan super, atau berpura-pura memasak. Bahkan kegiatan sederhana seperti minum, dalam kegiatan bermain pun akan menjadi berbeda dengan ke giatan minum yang sesungguhnya. Dalam bermain, anak akan menggunakan imajinasinya sendiri, bebas dari arahan maupun ketentuan yang berlaku dalam dunia nyata.

Terakhir, adanya keterlibatan Mama Papa dalam kegiatan bermain anak dapat membangun kedekatan dan membuat anak merasa berharga. Peran Mama Papa dalam kegiatan bermain sebaiknya dilakukan dengan memerhatikan ciri-ciri dari kegiatan bermain yang tadi sudah dipaparkan. Selain itu, kita dapat berperan pula dalam hal mengondisikan lingkungan bermain yang aman dan bebas dari bahaya, khususnya bagi anak yang masih butuh perlindungan dan kurang memahami situasi yang membahayakan keselamatan jiwanya.

Kemudian, Mama Papa juga dapat memilihkan sarana maupun peralatan bermain yang aman bagi anak dan tidak membahayakan kesehatan. Jangan lupa, ajari anak menjadi teman bermain yang baik saat bersama kawankawannnya. Dengan demikian, anak menyadari bahwa bermain tak sekadar bermain, tetapi ada sesuatu yang bisa ia dapatkan dan pelajari dari aktivitas itu.

Sumber : https://ausbildung.co.id/