Category Archives: Berita

Langkah Kuda Menyehatkan Bumiputera

Tarik-Menarik Terjadi Dalam Restrukturisasi Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera. Sejumlah Konsultan Asing Dilibatkan Untuk Melakukan Pembenahan. JAKA tangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Kepolisi an Daerah Metro Jaya, Jakarta. Sekitar Kamis pagi pe kan lalu, pemegang polis Asuransi Bumiputera 1912 itu hendak membuat laporan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda. ”Sengaja pagi-pagi supaya ce pat diproses,” kata Jaka kepada daus Djaelani. Keduanya menuding anggota Ko misioner Otoritas Jasa Keuangan itu mela kukan tindak pidana penyalahgunaan wewenang terhadap Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera.

Tujuan mereka ke polisi untuk mengadukan Fir Irwanto dan Boyamin Saiman bergegas menda Tempo. Dalam laporan yang salinannya diperoleh Tempo, Boyamin dan Jaka mempersoalkan keputusan Firdaus menunjuk dan menetapkan Pengelola Statuter AJB Bumiputera 1912. Surat perintah penunjukan statuter bernomor S.73/ D.05/2016 itu ditandatangani Firdaus pada 21 Oktober lalu. Perintah tertulis itu, kata Jaka, seharusnya dibuat oleh Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, berdasarkan hasil Keputusan Rapat Dewan Komisioner OJK.

 

Jalan di Jakarta Selatan

Comic Cafe

Craftoflove.id – Catering Pernikahan Jakarta. Comic Café menjadi salah satu ikon kuliner di kawasan Tebet. Tema interior yang unik menjadi keunggulan kafe berkapasitas 100 seats ini. “Kami memilih tema ini karena pemiliknya merupakan penggemar komik,” jelas Yulianto manajer sekaligus chef di Comic Café. Pasangan suami istri pemilik kafe ini, Hiramsyah M Thaib dan Tia Medira, menyuguhkan banyak koleksi gambar hampir di semua dinding, bahkan langit-langit kafe ini.

Baca juga : rebornmind.org

Beberapa tokoh komik terkenal seperti Superman dan kawan-kawan, terpampang dalam pigura yang berderet memenuhi dinding yang didominasi warna merah. Begitu juga komik Jepang yang diwakili beragam gambar manga. Namun tokoh komik lokal seperti Gundala Putra Petir dan Si Buta Dari Gua Hantu pun tak luput ikut terpampang di sini. “Kami bahkan punya ikon sendiri, yaitu captain comic,” imbuhnya. Ruang bersantap di kafe ini terbagi dua.

Baca juga : revogayahidup.com

Di bagian indoor tersedia sofa panjang yang empuk dan nyaman. Hembusan AC dan penataan ruang yang luas membuat runagan ini layak jadi pilihan. Namun jika anda ingin leih santai, boleh pilih di bagian teras yang menghadap jalan sambil menikmati hiruk-pikuk suasana ramai yang jadi ciri khas kawasan Tebet. “Ruang teras ini khusus bagi yang merokok,” imbuh Yulianto.

Soal menu, kombinasi menu western dan tradisional tersedia di sini. Untuk menu utama, Yulianto merekomendasikan spider spagehetti carbonara. Spaghetti dalam saus carbonara yang pekat ini bertabur daging asap melimpah, dan peterseli sebagai aromatiknya. Satu buah telur ikut disertakan dalam menu yang tersaji panas di atas hotplate ini. Menu lezat ini dipatok dengan harga Rp 37 ribu saja. “Cara memakannya, telurnya ikut diaduk dengan spageti selagi masih panas,” jelasnya. Terbukti cara ini meningkatkan rasa gurih pada saus carbonara berbahan krim kental ini. Rasanya juara. Masih banyak jenis pasta, pizza, hingga ragam masakan Indonesia seperti sop buntut, ayam saus lemon, nasi goreng, hingga iga balado.

Sebagai penutup, Yulianto pun baru saja merilis menu dessert baru, Snake Eclair. Dessert ini menggunakan adonan soes yang dibentuk menjadi bentuk seekor ular yang badannya meliuk. Eclair ini kemudia dibelah dua, lalu diisi buah stroberi segar dan mascarpone cream, dan disiram cokelat manis. Bagian kepala luar dibentuk dari buah stroberi utuh dengan chocochips sebagai matanya. Dessert kreatif ini kemudian disajikan dengan satu skup es krim vanila. Hm.. nikmatnya. Beragam pilihan smoothies dan frappucino juga boleh jadi pilihan minumannya. Anda bisa menikmati suasana unik khas Comic Café ini mulai pukul 10.00 – 24.00.

Bersantap di Rooftop Hingga Ditonjok Tyson

Selatan Jakarta merupakan salah satu wilayah di Jakarta yang punya banyak sekali pilihan bersantap. Di antaranya Kemang dan Tebet yang selalu meriah. Tentu penjelajahan kami tak berhenti di dua daerah itu. Tempat mana saja yang layak kunjung? Mari disimak.

Baca juga : nasi Box Jakarta

BEBEK CAK TOPA

Edan empuknya, edan gurihnya. Itulah slogan di rumah makan 2 lantai berkapasitas 100 pengunjung ini. Slogan ini ternyata tak sekadar slogan karena bebek yang tersaji benar-benar gurih dan empuk. Sang pemilik, Mustofa Akbar, punya racikan bumbu khusus dan proses yang cukup lama untuk membuat daging bebek menjadi empuk dan bumbunya merasuk hingga ke dalam. “Proses memasak bebek ini dari mentah sampai matang kira-kira mencapai 4 jam,” jelas Reza Akbar, Manajer Operasional Bebek Cak Topa.

Ada dua pilihan jenis bebek di rumah makan ini yaitu bebek lokal dan bebek peking. Bedanya, bebek lokal berukuran lebih kecil dibandingkan bebek peking. Masingmasing bebek masih dibagi lagi berdasarkan ukurannya, yaitu reguler, dan jumbo. “Bebek lokal rasanya lebih gurih, tapi dagingnya lebih banyak bebek peking,” imbuhnya. Bebek ditawarkan dalam beberapa jenis olahan. Yang paling populer adalah bebek tumis edan.

Menu ini menyajikan sepotong paha/dada bebek yang dipotongpotong kecil, lalu ditumis dengan limpahan cabai merah, cab ai rawit, serai, bawang merah, dan bawang putih. Penampilannya benar-benar menantang para penggila pedas. Menu ini dipatok dengan harga antara Rp 39 ribu – Rp 51 ribu per porsi. Mau yang lebih pedas lagi? Boleh pilih versi tumis cabai rawit. Kali ini, cabainya hanya menggunakan cabai rawit saja yang dihaluskan. Jadi terbayang betapa pedasnya, bukan? Namun jika anda ingin yang pedasnya sedang saja, coba saja tumis cabai hijau yang menggunakan cabai hijau besar yang pedasnya tidak terlalu menyengat.

Semua bebek ini juga masih bisa disajikan bersama sambal tyson, yaitu sambal mentah yang terbuat dari cabai rawit, bawang putih, dan sedikit minyak. Pedasnya benar-benar seperti dihantam oleh Mike Tyson. Selain versi goreng, tersedia juga versi bakarnya. Sebagai penutup, rumah makan ini menawarkan banyak minuman berbahan dasar jeruk lemon untuk meluruhkan kolesterol. Misalnya, Becak Paradise yang memadukan cola dengan perasan lemon, plus irisan stroberi, kiwi, dan lemon.

Atau lime mint yang memadukan soda dengan jeruk lemon dan daun mint. Selain itu, Reza juga menjagokan Durian Cooler seharga Rp 50 ribu. Minuman ini terdiri dari daging buah durian montong, sedikit santan, kelapa kopyor, sirop, dan es. Rasanya mantap, mengusir semua rasa pedas bebek. Nah, anda bisa mencicipi bebek empuk nan gurih ini mulai pukul 10.00 – 22.00. Selain di Kebayoran Baru, Bebek Cak Topa juga membuka cabang di Tebet, dan SCBD Sudirman.

 

MENOHOK TEROBOSAN AHOK

GUBERNUR ja Purnama tak perlu ragu mem beberkan soal kontribusi tam bahan proyek reklamasi pantai utara Jakarta. Jika tidak ada niat DKI Basuki Tjaha- – – jahat dan tak merugikan negara, ia sulit dituding melakukan korupsi sekalipun terobosan ini kontroversial. Kebijakan Basuki alias Ahok menyangkut kewajiban ekstra pada PT Muara Wisesa Samudra—anak usaha PT Agung Podomoro Land. PT Muara merupakan pemilik izin reklamasi Pulau G seluas 161 hektare atau dikenal sebagai Pluit City. Perusahaan itu diwajibkan membiayai proyek senilai Rp 392,6 miliar sebagai kontribusi tambahan sekaligus menjadi syarat memperoleh izin reklamasi pantai. Temuan itu terendus setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor Agung Podomoro di Jalan S. Parman, Slipi, Jakarta, 1 April lalu. Dari dokumen yang disita, terungkap pula PT Muara sudah menggelontorkan Rp 218,7 miliar untuk kontribusi tambahan. Di antaranya buat pembangunan dan pengadaan mebel rumah susun sederhana sewa di Daan Mogot, Jakarta Barat, pengadaan rumah pompa, serta penertiban kawasan prostitusi Kalijodo. Kontroversi muncul lantaran aturan mengenai kontribusi tambahan bagi pengembang reklamasi itu belum ada. Celah ini tengah ditelusuri Komisi Pemberantasan Korupsi sekaligus dimanfaatkan lawan-lawan politik buat menohok Basuki.

Aturan kontribusi tambahan baru dimasukkan ke Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Pantai Utara Jakarta. Celakanya, pembahasan rancangan ini bertele-tele karena Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta meminta kontribusi tambahan yang diusulkan Basuki sebesar 15 persen dihapus atau paling tidak turun menjadi 5 persen. Dewan bahkan menunda pembahasan rancangan peraturan itu hingga 2019 setelah KPK menangkap salah satu anggotanya, Mohamad Sanusi. Politikus Gerindra ini ditangkap setelah kedapatan menerima suap dari anak buah Presiden Direktur Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja pada akhir Maret lalu. Oleh Komisi, kasus kontribusi tambahan dipisahkan dari perkara suap. Gubernur Basuki berargumen bahwa terobosan itu merupakan diskresi, seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Sesuai dengan undang-undang ini, pejabat boleh mengambil keputusan atau tindakan untuk mengatasi persoalan yang konkret tapi tidak secara jelas diatur dalam peraturan perundang-undangan. Syarat diskresi antara lain ada alasan obyektif, tidak menimbulkan konflik kepentingan, dan dilakukan dengan iktikad baik.

Basuki perlu menjelaskan lebih gamblang lantaran keputusan tentang kontribusi mungkin sudah diambil sebelum landasan hukumnya terbit. Kebijakan kontribusi tambahan sudah dibahas rapat yang digelar di ruangan Basuki pada 18 Maret 2014, ketika ia masih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Padahal Undang-Undang Administrasi Pemerintahan baru disahkan pada akhir September 2014. Terobosan Ahok sebetulnya tidak aneh. Pemberian ganti rugi bagi penghuni liar, misalnya, juga termasuk diskresi. Berlandaskan aturan, pemerintah sebetulnya bisa langsung menggusur tanpa ganti rugi. Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah juga dikenal soal inovasi semacam ini. Tujuannya agar pejabat daerah berani melakukan terobosan tanpa khawatir dituding melanggar. Inovasi itu harus tidak mengandung konflik kepentingan, demi kepentingan umum, dan bisa dipertanggungjawabkan. Hanya, undang-undang ini juga baru disahkan pada 30 September 2014. Ahok memanggul risiko: diskresi tentang kontribusi tambahan bisa digugat pihak-pihak yang dirugikan secara hukum—meski tidak sertamerta kebijakan itu bisa dianggap berbau korupsi. KPK mesti bekerja lebih keras untuk membuktikan adanya unsur korupsi dalam terobosan itu. Komisi harus menyelidiki apakah kebijakan Basuki merugikan negara atau masyarakat secara langsung ataupun tidak langsung. Perlu diungkap pula apakah ada keuntungan pribadi atau golongan di balik keputusan itu. Kalau ternyata ada korupsi di balik terobosan Basuki, KPK harus berani bertindak tegas. Sebaliknya, Gubernur Basuki tak perlu cemas bila terobosan itu tak disertai niat jahat yang menguntungkan dia dan kalangan dekatnya. Ia bahkan perlu secara aktif menjelaskan latar belakang dan tujuan terobosan itu kepada publik agar persoalan menjadi terang-benderang

KPK PERIKSA SEMBILAN PEJABAT

Kota-Bunga.Net KPK PERIKSA SEMBILAN PEJABAT KOMISI Pemberantasan Korupsi memeriksa sembilan pejabat Pemerintah Provinsi Riau di Ruang Visualisasi Tugas Kepolisian Sekolah Polisi Negara, Pekanbaru, Selasa pekan lalu. Pemeriksaan ini terkait dengan kasus alih fungsi lahan yang melibatkan mantan Gubernur Riau Annas Maamun serta dua pengusaha, Edison Marudut Marsadauli Siahaan dan Gulat Manurung. Mereka diperiksa untuk tersangka Edison. ”Mereka ditanyai soal peran tersangka sebagai penyuap,” kata Kepala Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha. Sembilan pejabat Riau itu adalah Kepala Biro Administrasi Pembangunan Riau Indra; mantan Kepala Dinas Cipta Karya yang kini menjabat Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad; pegawai negeri Dinas Kehutanan, Cecep; fungsionaris Dinas Cipta Karya, Welman Siahaan; mantan Kepala Dinas Kesehatan Zainal; Kepala Badan Lingkungan Hidup Yulwirawati Moesa; Direktur Utama Rumah Sakit Petala Bumi, Yusi Pratiningsih; mantan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Arifin Ahmad, Anwar Beth; serta mantan anggota staf ahli gubernur, Guntur. KPK menetapkan Edison sebagai tersangka pada 30 November 2015. Edison diduga menyuap Annas dalam pengurusan izin alih fungsi lahan hutan untuk kebun kelapa sawit di Riau. Edison membantah menyuap Annas

PEMBUNUHAN SADISTIS KARYAWATI

PEMBUNUHAN SADISTIS KARYAWATI ENO Parihah, karyawati pabrik plastik di Kosambi, Tangerang, Banten, ditemukan tak bernyawa setelah diperkosa dan dianiaya secara seksual di kamar mes perusahaannya, Jumat dua pekan lalu. Direktur Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan kematian Eno berlatar belakang dendam dan sakit hati tiga tersangka. ”Tiap tersangka punya motif sendirisendiri,” katanya Selasa pekan lalu. Tiga tersangka adalah RAI, 16 tahun, Rahmat Arifin alias Dayat (24), dan Imam Hapriadi (24). Menurut Krishna, RAI tersinggung karena Eno menolak diajak bersetubuh. Sedangkan Dayat kesal lantaran sering diejek pelit dan jelek. Adapun Imam ikut membunuh karena merasa pernah ditolak menjalin hubungan dekat. Krishna mengatakan bukti pemeriksaan forensik terhadap jasad Eno menunjukkan gagang cangkul menjadi penyebab utama kematian Eno. Gagang cangkul digunakan tiga tersangka untuk merusak kelamin hingga organ dalam tubuh korban.

SEKOLAH PEMIKIRAN MARX DIHENTIKAN

Kota-Bunga.net SEKOLAH PEMIKIRAN MARX DIHENTIKAN – OTORITAS kampus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) menghentikan kegiatan Sekolah Pemikiran Karl Marx yang diselenggarakan Lembaga Pers Mahasiswa Daun Jati. Pengelola kampus tak memberi izin dengan alasan menghindari dampak negatif kegiatan itu. ”Kami bersepakat dengan kampus untuk membatalkan kelas terakhir,” kata Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Daun Jati, Mohamad Chandra Irfan, Rabu pekan lalu. Penghentian kegiatan sekolah dilatarbelakangi tindakan puluhan orang menggeruduk kampus ISBI di Jalan Buah Batu, Bandung, Selasa dua pekan lalu. Mereka meminta panitia Sekolah Pemikiran Karl Marx menghentikan kegiatan lantaran dianggap menyebarkan paham komunis. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ISBI Benny Yohanes mengatakan materi sisa pertemuan Sekolah Pemikiran Karl Marx akan dimasukkan ke mata kuliah estetika seni teater. ”Kami menafsirkan pemikiran Marx dalam perspektif pemikiran seni,” ujarnya. Juru bicara Markas Besar Kepolisian RI, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, meminta kelompok masyarakat tidak main hakim sendiri. ”Mari jaga nilai luhur bangsa.

Masalah Glaukoma Penyebab Kebutaan Setelah Katarak 2

”Hasilnya aman,” ucap Virna. Lolos dari tahap eksperimen pada hewan, Virna diperkenankan promotornya beralih ke pasien manusia. Sejak Agustus lalu, 15 pasien dengan gangguan glaukoma parah dipasangi implan buatan Virna. Elfan termasuk pasien gelombang awal, yang dioperasi tiga bulan setelah riset pada manusia dimulai.

Mata para subyek eksperimen ini diperiksa setiap 30 hari selama tiga bulan. Di akhir riset, disimpulkan bahwa implan ini berhasil menekan tekanan mata dari ratarata 43 millimeter of mercury (mmHg) menjadi 16 mmHg. Tekanan di mata normal adalah 10-20 mmHg. ”Jadi ada pengurangan 60 persen, bahkan ada yang sampai 90 persen,” ujar Virna senang. Promotor Virna dalam ujian doktoralnya, Ratna Sitompul, memuji riset anak didiknya.

Menurut dia, Virna telah membuktikan bahwa secara seluler, biomolekular, dan klinis, implan buatan lokal ini diterima oleh tubuh manusia. ”Juga sangat baik menurunkan tekanan bola mata,” tutur Ratna, yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ratna mendukung Virna bekerja sama dengan perusahaan farmasi untuk memproduksi implan ini secara massal. Maka para dokter mata di Indonesia tak lagi bergantung pada implan impor. Bahkan, kata dia, tak tertutup kemungkinan implan ini diekspor ke luar negeri. ”Desainnya tinggal dimodifkasi dengan karakter mata orang luar,” ujar Ratna.

HDII Gelar 120 Minutes Gathering

Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), 15 April 2014 kemarin menggelar ngobrol santai bersama para produsen dan distributor produk home living. Perhelatan tersebut diusung untuk menjalin kerja sama yang baik antara HDII, produsen, dan media. Tidak hanya itu, Ketua HDII Jakarta Periode 2013-2015, Lea Aviliani Aziz, membeberkan rencana-rencana yang akan dilakukan organisasi para desainer interior ini dalam 1 tahun ke depan, seperti kunjungan pabrik bersama para profesional, menjadi tuan rumah perhelatan desain internasional APSDA (Asia Pacific Space Designers Alliance) di Solo dan Yogyakarta, dan lainnya. Lea juga menambahkan keinginannya untuk membuat buku “Designer Directory”, yang memuat segala jenis produk home living yang dibutuhkan masyarakat.

Baca juga : Harga Genset Yanmar

Sayembara Propan Masuki Tahap Penjurian

Sayembara Desain Arsitektur Nusantara 2013 yang diadakan oleh PT Propan Raya telah memasuki tahap penjurian akhir. Acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 5 April 2014 di Hotel Santika Premiere Bintaro, dihadiri oleh dewan juri, yaitu Yori Antar (arsitek), Josef Prijotomo (dosen), Popo Danes (arsitek), Endy Subijono (arsitek), Dharmali Kusumadi (arsitek), dan Naning Adiwoso (desainer interior). Dalam acara ini, para 6 fi nalis diberi kesempatan untuk mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri dan seluruh tamu undangan yang hadir. Dalam acara ini, Propan juga mengadakan diskusi terbuka dengan para tamu undangan, yang menyuarakan kesan positif mereka mengenai peran sayembara desain ini terhadap perkembangan dunia arsitektur nusantara.

Informa Luncurkan Layanan Baru

Tiga layanan baru untuk konsumen diluncurkan bersamaan dengan peringatan 10 tahun Informa Furnishings pada 16 April 2014 di Jakarta. Pertama, Clean & Care yaitu layanan membersihkan matras dan sofa berbahan fabric agar terbebas dari debu dan tungau penyebab alergi. Kedua, Electronic Protection yaitu perpanjangan masa garansi dengan jaminan hingga tahun kelima untuk barang elektronik yang dibeli di White Brown—gerai elektronik di bawah naungan Informa Furnishings. Layanan ini hasil kerja sama Informa dan Adira Insurance. Ketiga, E-Catalog yaitu shopping catalog digital di gerai Informa untuk kemudahan konsumen dalam berbelanja furnitur dan elektronik sekaligus dalam satu tempat.

 

Upaya Mengurai Harga Cabai

Upaya Mengurai Harga Cabai

Permasalahan fluktuasi harga cabai seperti tak ada habisnya. Pemerintah melakukan segala upaya untuk mengendalikan harga komoditas hortikultura ini. Identifikasi permasalahan dilakukan secara on farm (produksi) dan off farm (pascapanen). Dalam hal ini, Ditjen Hortikultura, Kementan, telah memetakan permasalahan on farm terjadi karena pola tanam yang tergantung musim, sebaran produksi belum merata, ketersediaan lahan, serta ketersediaan sumber daya. Sedangkan permasalahan off farm yaitu cabai yang tidak tahan lama atau mudah rusak, rantai pasok yang panjang, tidak ada kebijakan harga, dan pola konsumsi cabai dalam bentuk segar. Meskipun pengaturan pola tanam yang belum maksimal, Abdul Hamid, Bendahara Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) memprediksikan pasokan cabai menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran tahun ini cenderung stabil. “Untuk puasa dan lebaran pasokan cabai cenderung stabil karena bulan Juni ada panen raya.

Tapi itu selama tidak ada gangguan cuaca,” jelasnya. Hamid mengungkapkan, pada Mei 2016 harga cabai di petani berkisar Rp9.000 – Rp10 ribu dan paling tinggi Rp12 ribu per kg. Titik impas (Break Event Point- BEP) petani berkisar Rp8.000 – Rp9.000 per kg. “Ini asumsinya tidak ada per ubahan cuaca ya. Kalau misalnya satudua bulan ini ada perubah an cuaca yang sangat ekstrem, hujan terus ataupun kering terus tidak ada air, itu yang bikin ru sak,” terang pria yang juga diper caya sebagai Sekjen Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo) ini. Harga kemungkinan naik pada hari raya karena tidak ada pedagang. “Itu prediksi kita. Bukan tidak ada barang, tapi tidak ada pedagangnya. Biasanya lima hari sebelum hari raya,” lanjut Hamid. Produsen benih cabai itu mengakui terjadi peningkatan permintaan benih sejak Maret silam sampai Mei.

“Kalau tanam bulan Maret ‘kan panennya sekitar bulan Juni atau Juli,” ungkap Hamid. Nanang Triatmoko, petani cabai di Banyuwangi, Jawa Timur, yang menanam cabai di lahan 5 ha setiap bulan ini juga senada dengan Hamid. “Untuk lebaran ini, (harga) dibilang mahal banget ya enggaklah. Posisinya buat pemerintah ya aman. Harga nya di bawah Rp40 ribu/kg di tingkat pedagang Jakarta Rata-rata selisih harga antara pedagang sentra produksi dengan Jakarta sekitar 30%,” jelas Ketua AACI Daerah Banyuwangi ini. Selain Nanang, Tunov Mondro Atmojo, petani cabai asal Magelang, Jawa Tengah juga mengakui stok untuk Ramadan dan Idul Fitri aman. “Di Magelang selalu ada yang panen. Selama sepanjang ta hun itu tidak pernah putus. Kalau lagi musim pa nen cabai satu desa bisa 50 ha. Paling tidak kalau mu sim seperti ini panen hanya 5 ha, tapi yang pasti rata-rata desa pasti ada yang panen,” ujar petani yang sudah tidak tahun bertani cabai ini dengan yakin.

Pemerataan Pasokan

Pemerintah melakukan beragam upaya untuk men jinakkan harga cabai. Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah antara lain dengan manajemen tanam, inisiasi kawasan baru, optimalisasi lahan BUMN/Pemda, implementasi teknologi, kemitraan/avalis, mengurangi rantai pasok, sosialisasi alternatif pola konsumsi, serta pengolahan hasil. Yanuardi, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura, Kementan, menyampaikan sejumlah lang kah pemerintah dalam rangka stabilisasi harga cabai agar tidak terlampau fluk tuatif dalam acara dis kusi terbatas di Jakarta (10/3). “Kami sudah mengatur pola produksi dan bekerjasama dengan Kabid Hortikultura (Dinas Pertanian daerah) di 33 provinsi. Jadi bukan mainmain. Kami kumpulkan data dari teman-teman, berapa ke butuhan cabai untuk masing-masing. Kemudian kita bagi per bulan berapa kebutuhannya,” terangnya.

Selain itu, pemerintah juga melaksanakan pola tanam sejak Oktober 2015 untuk pro duksi Januari 2016. “Penanaman dilakukan tiga bulan ke belakang. Untuk harihari kurang air, kami fasilitasi dengan pompa air, irigasi tetes saat musim kering. Kami siapkan Rp500 miliar untuk fasilitasi musim kering,” lanjut Yanuardi. Pengaturan pola tanam tersebut sudah disampaikan ke penyuluh agar petani diarahkan ke target sesuai yang direncanakan pemerintah. Na mun, Yanuardi mengakui memang anggaran ti dak akan cukup. “Kebijakan itu arahnya supaya bagaimana produk petani bisa mengakses pasar dan ini yang kami rumuskan dalam pengendalian impor,” jelasnya. Pe ngendalian impor perlu dila kukan karena selama 2014 – 2015 Indonesia masih mendatangkan cabai segar dan olahan dari India (70%), Tiongkok (18%), Thailand (5%), dan Malaysia (5%).

Suara Petani

Menanggapi beragam upaya yang dilakukan pemerintah, Tunov mengakui bantuan pemerintah di daerahnya memang ada tetapi tidak mencukupi. “Di sini ada yang ter-cover program pemerintah dan ada yang tidak, karena kalau berbicara ban tuan pemerintah memang tidak mencukupi. Jadi yang mandiri tetap ada,” ucapnya. Bantuan yang diberikan pada saat musim kering ini masuk ke kelompok tani pada 2015 berupa irigasi tetes dan sarana produksi. Namun, Tunov melakukan penyesuaian dalam mengikuti program pemerintah. “Kalau saya menyesuaikan dengan program pemerintah. Misalnya pemerintah menurunkan bantuan 1.000 ha bulan Mei, kalau saya tidak dapat bantuan ya saya tanam sebelum Mei. Karena kalau saya ikut nanam Mei di luar bantuan, itu namanya “bunuh diri”. Harga pasti akan jatuh kalau panen raya. Mending saya duluin nanamnya,” ujar petani berusia 33 tahun ini. Sedangkan Nanang menganggap, bantuan pemerintah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kondisi pasar. Ia melihat, penerima bantuan tidak tepat.

“Orangnya itu-itu saja. Yang benarbenar petani eksis tidak menjadi kelompok tani. Sementara yang mendapat bantuan kan kelompok tani,” jelasnya. Selain itu, petani cabai yang sudah bertani 10 tahun ini menilai waktu pemberian bantuan tidak tepat. “Pemerintah harusnya fleksibel menurut data yang akurat. Tidak hanya asal bulan 6 – 7 – 8  tanam, kita saja harus jeda tanam. Tanam lagi mulai 89 dan 1011,” urai Nanang. Ia menyarankan, pe merintah juga melakukan peng awas an terhadap pe laksana an pemberian bantuan karena di lapangan terjadi pe nyim pangan. “Yang saya tahu, diberi bantuan 5 ha, tapi hanya tanam 12 ha saja. Itu riil terjadi,” ungkapnya. Tidak semua petani suka bergantung kepada bantuan pemerintah. Banyak petani mandiri yang cenderung kre atif untuk menemukan solusi permasalahan di lapangan. Ia akan mencari cara menekan biaya produksi supaya tetap mendapatkan keuntungan yang layak kendati harga kurang bersahabat. Revo TS. Guntoro, Zona Manager Jawa PT Rainbow Agroscience memaparkan, biaya produksi dapat ditekan dengan teknologi te pat guna. Ia mengatakan, petani butuh benih yang bagus sesuai dengan lokasi tanam. “Saya lihat di Lampung, setelah tanam jagung di bawahnya tanam cabai sebagai turus kemudian dipotong ja gungnya. Di Brebes juga petani melakukan hal yang menarik, mereka melakukan tumpang sari dengan bawang,” cetusnya