Category Archives: Rumah

Tips Meracik Warna untuk Kamar

Tips Meracik Warna untuk Kamar – Ada banyak elemen yang harus diperhatikan saat mendandani interior di ruang keluarga. Salah satunya warna. Selain mempercantik tampilan ruang, warna dapat mengubah mood seseorang dan menggambarkan karakter pemilik rumah. Jadi jangan sepelekan pemilihan warna saat menata ruang keluarga. Ikalia Puspita, arsitek dari Dacore Design, mengungkapkan bahwa pemilihan warna untuk ruang keluarga dapat dilihat dari beberapa alasan, contohnya gaya yang ingin ditampilkan, suasana yang ingin dihadirkan, dan ukuran ruang. Tapi, yang paling penting adalah mengatur komposisi dan tepat menempatkan warna di seluruh bagian ruang keluarga. Menurut Ika, sapaan akrabnya, warna netral berupa putih dan abu-abu menjadi pilihan utama untuk dinding ruang keluarga, karena dapat berpadu dengan berbagai warna lain.

Selain putih, warna muda (pastel) seperti hijau muda, biru muda, dan krem dapat diaplikasikan pada dinding agar tampilan ruang keluarga terlihat lembut. “Warna dengan intensitas rendah seperti warna-warna pastel tidak membuat mata lelah dan memberikan kesan segar. Jadi warna ini cocok juga kalau digunakan untuk warna di ruang keluarga,” kata Ika. Sementara itu, lulusan Universitas Brawijaya Malang ini menyarankan, saat mendandani interior baiknya menambah warna alam agar ruang keluarga terlihat natural dan terkesan asri. Warna alam yang dimaksud adalah cokelat, hijau, dan biru. Warna ini dapat Anda hadirkan melalui furnitur seperti sofa, kabinet TV, meja kopi, dan rak simpan. Tapi, bila pemilik rumah menginginkan point of interest di ruang keluarga, warna kuning, oranye, atau merah dapat digunakan sebagai warna furnitur. Pada ornamen dekorasi, Ika tak menganjurkan warna khusus. Ia justru membebaskan para pemilik rumah untuk mengeksplorasi berbagai warna pada pernik dekorasi seperti bantal, taplak, lukisan, atau kap lampu. Hanya saja, perhatikan komposisi warnanya agar tetap terlihat serasi dengan warna dinding atau furnitur yang ada di ruang keluarga.

Kebijakan DP Baru: Bikin Untung atau Buntung

Pertumbuhan sektor properti yang semakin pesat tampaknya membuat pemerintah khususnya Bank Indonesia (BI) lebih berhati-hati dalam memberikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada masyarakat. Bahkan, permintaan KPR tersebut seringkali tidak digunakan untuk pembelian rumah tinggal, melainkan hanya sebagai obyek investasi. Hal ini menyebabkan ketika rumah tersebut dijual kembali harganya sudah melonjak tinggi, yang kerap kali tidak mencerminkan harga sebenarnya.

Baca juga : Distributor Genset Silent 500 kva di Makassar

Kalau sudah seperti ini siapa yang mau beli? Hal inilah yang kerap menimbulkan kredit macet atau gagal bayar yang dilakukan oleh konsumen. Untuk menekan laju pertumbuhan KPR tersebut, BI kemudian mengeluarkan peraturan baru mengenai pembayaran uang muka (down payment). Kebijakan Baru BI Tepatnya 30 September 2013, BI menerapkan kebijakan baru terkait dengan Loan to Value (LTV) untuk bank konvensional dan Financing to Value (FTV) untuk bank syariah, serta larangan KPR untuk rumah inden.

LTV/FTV adalah nilai rasio kredit yang dikucurkan oleh bank terhadap agunan properti. Sebelumnya, kebijakan serupa telah dikeluarkan BI pada 15 Maret 2012 silam, namun kebijakan kali ini lebih diperketat dengan adanya aturan uang muka rumah kedua, ketiga, dan seterusnya. Selain itu, BI juga melarang adanya KPR rumah inden. Dengan peraturan ini, bank dilarang mengucurkan KPR bila bangunan rumah yang akan dibeli nasabah belum terbangun.

“Alasan diterbitkannya kebijakan baru ini adalah untuk menjaga stabilitas keuangan jika terjadi gagal bayar dan menghindari pertumbuhan kredit yang berlebihan,” tutur Edhie Haryanto, Kepala Divisi Relasi Departemen Komunikasi Bank Indonesia. Dalam aturan BI tersebut, masyarakat yang ingin membeli rumah pertama melalui fasilitas KPR, akan dikenakan LTV maksimal 70% atau uang muka (DP) sebesar 30% dari harga jual, rumah kedua 60% (DP 40%), rumah ketiga dan seterusnya 50% (DP 50%). Untuk rumah di bawah 70m2, peraturan ini tidak berlaku. Misalnya, Anda membeli rumah pertama dengan luas bangunan 96m2.

Sesuai dengan ketentuan BI, kredit yang akan dikucurkan oleh bank pemberi KPR maksimal 70% dari harga jual rumah. Dengan kata lain, uang muka (DP) yang harus Anda siapkan minimal 30% dari harga jual rumah. Jika Anda membeli rumah kedua (dengan luas juga di atas 70m2), sementara KPR rumah pertama tersebut belum lunas, itu artinya di rumah kedua ini Anda harus membayar DP 40%. Lain halnya bila rumah pertama tersebut sudah lunas, maka DP yang harus Anda bayarkan sama seperti rumah pertama, yakni hanya 30%.

Plafon Rata dan Mulus serta Rumah yang dilengkapi Genset

Plafon Rata dan Mulus serta Rumah yang dilengkapi Genset. Dengan adanya genset tak perlu khawatir lagi listrik padam. Untuk mendapatkan genset yang berkualitas bisa pesan di Agen Jual Genset Bali yang bergaransi resmi serta memberikan potongan harga.

Gipsum merupakan material plafon yang kini paling banyak dipakai setelah tripleks. Material ini banyak dipakai pada rumahrumah bernuansa modern. Bahkan kini hampir semua pengembang menggunakan gipsum sebagai plafon proyek rumah mereka. Plafon yang rata, mulus, tanpa terlihat sambungan adalah salah satu daya tarik plafon ini. Di pasar, gipsum dijual dalam bentuk lembaran berukuran 120cm x 240cm.

Namun ada juga produsen yang memproduksi ukuran khusus. Ketebalannya bervariasi antara 9-15mm, dengan ketebalan ideal 9mm. Gipsum tipe standar warnanya putih atau abu-abu, tapi untuk fungsi-fungsi khusus ada yang hijau, biru, beige (krem), dan merah muda. Papan gipsum dapat dipasang menggunakan rangka kayu maupun metal (besi hollow).

Jika memakai rangka kayu, maka pemasangannya menggunakan paku, sedangkan pada besi hollow memakai sekrup. Di pasar ada berbagai macam merek gipsum, di antaranya Jayaboard (produksi PT Petrojaya Boral Plasterboard), Elephant (produksi PT Siam-Indo Gypsum Industry), Knauf (PT Knauf Gypsum Indonesia), dan A Plus. Harga Rp58.000–Rp82.000 per lembar ketebalan 3,5mm.

Kelebihan • Menghasilkan plafon yang rata, mulus tanpa terlihat sambungan. Hal ini akan sulit diperoleh jika menggunakan plafon berbahan tripleks misalnya. • Bisa dibuat berbagai bentuk, seperti bertingkat (drop/up ceiling), kubah (dome) dan lain sebagainya. • Modelnya bisa bervariasi karena gipsum memiliki beragam aksesori dan hiasan, mulai dari lis, hiasan tengah, hiasan sudut dan lain-lain. • Mudah dalam perawatan dan perbaikan. Bila ada yang rusak tidak perlu mengganti seluruh lembaran, tapi cukup memperbaiki bagian yang rusak saja dengan sistem dempul menggunakan kompon (plester). • Proses pemasangan cepat dan rapi. • Tidak mudah terbakar dan dimakan rayap. • Bisa dipasang menggunakan rangka kayu dan besi hollow. • Mudah didapat di pasaran.

Kekurangan • Tidak tahan terhadap air. Bila terjadi rembesan air dari atap mengenai plafon, akan meninggalkan noda bercak pada permukaan gipsum. Bahkan bisa membuat plafon hancur. • Perlu keahlian dalam pemasangan. • Tidak tahan terhadap benturan.

Tips : • Jika menggunakan rangka kayu, sebaiknya diserut lebih dahulu agar rata saat pemasangannya. • Tidak menggunakan gipsum pada plafon di area eksterior, seperti teras karena rawan kena tampias air hujan.

Tahan Rayap dan Air serta Rumah yang Dilengkapi Genset

Tahan Rayap dan Air serta Rumah yang Dilengkapi Genset. Harga genset murah bisa dipesan melalui Distributor Jual Genset Surabaya yang bergaransi dan memberikan potongan harga.

Untuk mengatasi kekurangan material tripleks dan gipsum yang kurang tahan terhadap air, jamur, benturan keras, juga rayap dan api, muncul fiber semen sebagai alternatif yang bisa dipakai untuk interior dan eksterior. Material ini terbuat dari bahan campuran semen, pasir silika, gipsum, serat selulosa, dan zat aditif sebagai penguat.

Sebagai material yang mengandung bahan semen dan pasir, papan fiber semen lebih berat dibanding gipsum pada ketebalan yang sama. Oleh sebab itu, pemasangan fiber semen harus dengan alat yang lebih canggih seperti bor dan gergaji mesin, dan menyerap panas. Plafon fiber semen dapat dipasang pada rangka kayu maupun besi hollow.

Saat ini ada beberapa merek plafon fiber semen yang beredar di pasar, dua di antaranya GRC (glassfi berreinforced cement) produksi PT Bangun Perkasa Aditama Sentra dan Kalsiboard produksi PT Eternit Gresik. Bahan tripleks merupakan jenis penutup plafon yang sering dipakai, terutama di masyarakat golongan menengah ke bawah.

Papan fiber semen GRC dan Kalsiboard memiliki ukuran yang sama dengan gipsum, yaitu 120cm x 240cm. Ketebalannya bervariasi, antara 4–10mm pada GRC dan 3,5-6mm untuk Kalsiboard. Namun, pengembang lebih sering menggunakan fiber semen 4mm untuk GRC dan 3,5-4,5mm untuk Kalsiboard. Harga Rp58.000–Rp82.000 per lembar ketebalan 3,5mm.

Kelebihan • Tahan terhadap air, rayap, benturan, dan tidak merambatkan api. • Bisa dipakai di interior dan eksterior. • Bisa dipasang menggunakan rangka kayu dan besi hollow. • Bebas dari bahan asbes (Kalsiboard). • Mudah didapat di pasar.

Kekurangan • Bahan lebih keras dan lebih berat dibanding gipsum, sehingga pemasangan lebih sulit. • Pemasangan dengan rangka besi hollow harus menggunakan paku khusus. • Sambungan kurang rapi dan mudah retak. • Perawatan plafon yang rusak lebih sulit dibanding gipsum. • Harga lebih mahal dibanding gipsum.

Tips : Karena harganya yang relatif lebih mahal dibanding gipsum, sebaiknya fi ber semen dipakai untuk eksterior saja.

Tips Amankan Televisi Di Musim Hujan

Pilih Antena Berpenangkal Petir Pada umumnya, televisi yang menggunakan antena dalam akan lebih aman dari sambaran petir dibandingkan antena luar. Namun, sulitnya menangkap sinyal adalah kelemahan utama antena dalam, sehingga masih banyak rumah yang menggunakan antena luar. Pastikan Anda memilih antena luar berpenangkal petir dengan bahan logam yang tersambung langsung dengan kabel grounding, sehingga energi listrik dari petir yang sangat besar ini dapat langsung dialirkan ke tanah tanpa sempat menyambar elektronik.

Membuat Instalasi Grounding Grounding adalah bentuk instalasi listrik untuk meniadakan energi potensial yang berlebihan dengan cara membuangnya ke tanah. Instalasi grounding tertanam di dalam tanah yang mengandung air dan dipasang dengan jarak minimal 5m dari permukaan tanah. Saat energi listrik yang berlebihan dialihkan ke instalasi grounding, air akan segera menyebarkan kelebihan energi ini ke tanah untuk dinetralisir. Instalasi grounding di rumah memegang peranan penting. Pertama, untuk menyalurkan energi listrik berlebihan terutama saat petir menyambar agar tidak menyebabkan bahaya. Yang kedua, menstabilkan tegangan listrik pada berbagai sumber tegangan. Ketiga, mengurangi kontak listrik pada elektronik karena kelebihan energi sehingga usia pakai lebih panjang dan aman bagi penghuni.

Tips Amankan Televisi Di Musim Hujan dan Lengkapi Rumah dengan Genset

Tips Amankan Televisi Di Musim Hujan dan Lengkapi Rumah dengan Genset. Dengan adanya genset di rumah tak perlu khawatir lagi mati listrik. Dengan harga yang murah jika membelinya melalui Distributor resmi Jual Genset Jakarta tidak akan menguras kantong Anda.

Petir, lembap, bocor, dan perubahan cuaca yang signifikan, adalah beberapa faktor yang perlu kita waspadai di Indonesia, terutama saat musim hujan. Agar televisi di rumah tak mudah rusak karena cuaca, berikut ini 5 tip yang dapat dilakukan.

Cegah Rusak dengan Penetral Listrik yang tidak stabil dapat terjadi kapan saja, terutama saat hujan disertai petir. Tidak hanya televisi, peralatan elektronik lainnya juga rentan rusak menghadapi listrik yang tidak stabil ini. Voltase terlalu rendah bisa mengurangi kinerja elektronik, sedangkan voltase terlalu tinggi bisa memperpendek usia pakai elektronik. Ketidakstabilan ini dapat diatasi dengan memasang penetral listrik (stabilizer) sebelum daya dialirkan ke berbagai peralatan elektronik. Anda dapat memasangnya di dekat MCB (sekering), sehingga daya yang masuk akan lebih stabil sebelum dialirkan ke berbagai area di rumah.

Jauhi dari Bocor dan Lembap Di musim hujan, apapun bisa terjadi. Bocor yang telat terdeteksi dan udara lembap adalah 2 faktor yang bisa merusak televisi. Uap air yang menempel pada komponen televisi dapat menyebabkan korsleting saat televisi dinyalakan, sehingga akan merusak televisi. Untuk mencegahnya, pastikan plafon di atas televisi aman dari bocor. Letakkan televisi pada area yang kering dan jauh dari sumber air, seperti kolam, sehingga uap air tak mudah menempel ke dalam komponen televisi.

Matikan… dan Cabut! Kilatan petir terdiri dari muatan listrik yang luar biasa besar, sehingga akan mengganggu kinerja televisi. Efek ringannya, sinyal televisi terganggu sehingga gambar kurang jernih. Efek beratnya, terjadi korsleting bahkan kebakaran dalam sekali sambaran. Jika televisi Anda tak memiliki komponen penangkal petir, jalan termudah mencegah sambaran petir adalah memutus aliran listrik saat hujan lebat disertai petir. Selain mematikan televisi, jangan lupa juga mencabut stop kontaknya.