Keluhan Setelah Operasi Sesar

Nyeri Di Tulang Belakang

sat-jakarta.com – Tulang belakang terasa nyeri karena bekas suntikan epidural menjelang operasi. Suntikan ini membuat Mama terbius secara lokal. Nyeri bisa muncul kala Mama membungkukkan badan atau melakukan gerakan dengan cepat. Keluhan ini wajar dan umumnya akan hilang dengan sen dirinya.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di Jakarta

Tip Mengatasi: • Hindari posisi membungkuk. Kalaupun terpaksa, lakukan secara perlahan. Jika akan mengambil benda yang berada di bawah, maka sebaiknya posisikan tubuh dalam sikap jongkok, tidak dengan posisi membungkuk. Dalam Posisi membungkuk akan menyebabkan tulang dan otot tertarik yang dapat memungkinkan akan menimbulkan rasa nyeri.

  • Hindari mengangkat beban berat. Biasanya Mama melakukannya tanpa sadar karena sudah terbiasa. Misal, memindahkan beberapa buku tebal sekaligus, mengangkat cucian bersih ke atas meja, atau panci berisi air. Mengangkat beban dengan berat yang berlebih akan melibatkan pergerakan pada otot belakang sehingga dapat memungkinkan munculnya rasa nyeri.
  • lakukan jenis olahraga yang lebih safety contohnya senam ringan, jalan santai, bisa juga berenang. Sebaiknya tidak melalukan olahraga yang menggunakan pergerakan cepat dan kuat untuk menghindari munculnya rasa nyeri. • Setelah melahirkan pada umumnya Mama akan kembali ke dokter untuk konsultasi dalam hal jahitan luka operasi serta kondisi umum lainnya. Ajukan pertanyaan dan berkonsultasilah mengenai hal yang nyeri di tulang belakang dan minta saran untuk mengatasinya.

Muncul Keloid

Untuk Mama yang sangat memerhatikan betul penampilan, pada umumnya keloid akan menjadi masalah yang besar. Karena, benjolan yang memanjang pada bekas jahitan operasi akan sangat menyebabkan gangguan yang tak nyaman. Keloid adalah suatu reaksi tubuh yang berlebihan ketika proses penyembuhan luka.

Kasus ini bisa disebabkan oleh paparan cairan ketuban, jenis benang jahit yang iritatif, teknik menjahit, juga reaksi jaringan bawaan. Tip Mengatasi: dalam hal meminimalisasinya, ada beberapa cara dapat dilakukan, seperti: benang jahit yang tidak iritatif, teknik jahit yang benar, menjaga luka sehingga tidak iritasi ataupun infeksi yang bisa merangsang terjadinya keloid. diberikan obat antikeloid,