Libatkan Warga untuk Jakarta Lebih Cerdas Bag5 bersama autotrade gold

Libatkan Warga untuk Jakarta Lebih Cerdas bersama autotrade gold – “QLUE itu didevelop oleh teralogic. Kalau smartPKL dikembangkan oleh Qraved. Dan itu semua cuma-cuma,” ujarya lagi. Tidak melulu mengandalkan gratisan, untuk alat analisa mau tak mau Pemda tetap harus membeli perangkat pengolah data. Pemda DKI juga memanfaatkan Google Enterprise untuk mengembangkan smart city mereka. “Google Enterprise yang kita gunakan itu untuk membeli Maps Engine Google dan Google Analytics. Dengan Maps Engine Google, Pemda DKI memanfaatkan peta Jakarta dari Google beserta data yang ada didalamnya. Alih-alih membangun peta dan mengpulkan data sendiri.

“Peta Jakarta dan ini bisa digunakan secara offline. Layer-layer yang terdapat di peta Google ini pun dapat digunakan, misal point of interest,” jelas Setiaji. Sementara, salah satu pemanfaatan layanan Google Analytics digunakan Pemda DKI misalnya untuk analisa demografi penduduk. “Paling padat ada di wilayah mana, nanti datanya ditampilkan di peta dengan warna-warna tertentu. Wilayah berwarna merah berarti kepadatannya tinggi,” tambah pria yang juga jadi ketua #HackJak2015 itu.

SONY XPERIA Z4 TABLET Bukan untuk pertama kali Sony punya tablet dengan ukuran layar 10 inci (tepatnya 10,1 inci). Tetapi Xperia Z4 Tablet seperti hadir sendiri di antara rombongan lain yang asyik-masyuk di gerombolan 8 inci. Konsep tablet antiair lagi-lagi diusung seri dengan bodi supertipis 6,1 mm ini. Sudah menggunakan OS Lollipop, hampir semua komponen menyerupai smartphone Xperia Z3+. Namun kameranya hanya 8,1 MP (belakang/utama) dan 5,1 MP di depan. Seri ini hadir dalam dua versi, Wi-Fi only dan 4G LTE yang menggunakan kartu SIM nano. Harganya hampir sentuh angka Rp 10 juta.

CANON EOS 760D dan 750D Meski stag, tetapi demi memanjakan konsumen, Canon tetap produksi kamera DSLR seri baru. Tetapi yang dibidik adalah fotografer pemula. Tak tanggung, dua seri dilempar ke pasar sekaligus antara lain EOS 760D dan EOS 750D. Keduanya memiliki rentang kecepatan ISO dari 100 hingga 12.800. Kecepatan continuous capture mencapai 5 frame per detik. Canon juga meningkatkan kemampuan EOS Scene Analysis dan Automatic Exposure (AE). Bedanya seri EOS 760D dilengkapi interface yang lebih lengkap, sementara EOS 750D lebih sederhana dibekali aneka tombol seperti kamera entry level. Sebagai tambahan keduanya dikompleti dengan Wi-Fi dan NFC. Canon EOS 760D dijual seharga Rp 9,3 juta (bodi saja) dan EOS 750D senilai Rp 8,4 juta.

Sumber : https://teknorus.com/