Kebijakan DP Baru: Bikin Untung atau Buntung Bagian 2

Hendry Tanzil, General Marketing Ciputra Group, mengatakan ini adalah gertakan BI secara halus yang membatasi warganya agar tidak memiliki aset properti terlalu banyak. “Selain melindungi stabilitas keuangan, BI hanya ingin menegaskan kalau punya aset properti jangan banyak-banyaklah,” ujar Hendry saat ditemui Tabloid Rumah di Manajemen Offce Ciputra Group di Jakarta Barat. Jangka Waktu Pembayaran Lebih Lama Ada 3 kelompok terkena dampak kebijakan baru BI tersebut, pengembang, bank, dan konsumen yang ingin memiliki properti di atas 70m2.

Baca juga : Distributor Genset Silent 500 kva di Balikpapan

Meski ini kelihatannya memberatkan konsumen ketika pembayaran DP, sebenarnya bila ditilik-tilik, peraturan ini justru memberikan keringanan dan keamanan bagi konsumen. Yang pertama, cicilan KPR menjadi lebih sedikit, yang artinya, bunga yang harus Anda bayar juga lebih sedikit. Misalnya, Anda membeli rumah senilai Rp500 juta, Anda harus membayar 30% DP, yakni senilai Rp150 juta. Sisa kredit yang harus dibayarkan adalah Rp350 juta plus bunga. Sebelum peraturan ini diberlakukan, bila Anda membeli rumah serupa, Anda akan dikenakan DP sebesar 20%.

Sisa kredit yang harus dibayarkan adalah Rp400 juta plus bunga. Memang uang muka akan lebih sedikit tapi total kredit KPR yang harus dibayarkan tentu lebih besar. Yang kedua, jangka waktu DP lebih lama. Agar tidak memberatkan konsumen, banyak pengembang memberikan jangka waktu lebih lama untuk pembayaran DP. Jadi bila biasanya hanya diberikan waktu 2-3 bulan, saat ini pengembang bisa memberikan jangka waktu lebih lama tergantung pada kebijakan si pengembang. Ada pula kebijakan lain, seperti yang dilakukan Ciputra Group.

“Kami menerapkan sistem cash bertahap sehingga tidak harus berurusan dengan perbankan. Dari cara ini kami akan memberikan potongan harga dan bebannya pun lebih ringan karena bisa disesuaikan dengan masa pembangunan,” ujar Hendry. Keuntungan ketiga adalah lebih aman. Dengan adanya peraturan larangan KPR rumah inden, kemungkinan konsumen ditipu menjadi lebih kecil, karena rumah yang akan dibeli sudah terbangun. Berbagai keuntungan ini membuat konsumen tak perlu takut membeli rumah, karena pada dasarnya, kebijakan ini dibuat untuk melindungi konsumen.

Kebijakan DP Baru: Bikin Untung atau Buntung

Pertumbuhan sektor properti yang semakin pesat tampaknya membuat pemerintah khususnya Bank Indonesia (BI) lebih berhati-hati dalam memberikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada masyarakat. Bahkan, permintaan KPR tersebut seringkali tidak digunakan untuk pembelian rumah tinggal, melainkan hanya sebagai obyek investasi. Hal ini menyebabkan ketika rumah tersebut dijual kembali harganya sudah melonjak tinggi, yang kerap kali tidak mencerminkan harga sebenarnya.

Baca juga : Distributor Genset Silent 500 kva di Makassar

Kalau sudah seperti ini siapa yang mau beli? Hal inilah yang kerap menimbulkan kredit macet atau gagal bayar yang dilakukan oleh konsumen. Untuk menekan laju pertumbuhan KPR tersebut, BI kemudian mengeluarkan peraturan baru mengenai pembayaran uang muka (down payment). Kebijakan Baru BI Tepatnya 30 September 2013, BI menerapkan kebijakan baru terkait dengan Loan to Value (LTV) untuk bank konvensional dan Financing to Value (FTV) untuk bank syariah, serta larangan KPR untuk rumah inden.

LTV/FTV adalah nilai rasio kredit yang dikucurkan oleh bank terhadap agunan properti. Sebelumnya, kebijakan serupa telah dikeluarkan BI pada 15 Maret 2012 silam, namun kebijakan kali ini lebih diperketat dengan adanya aturan uang muka rumah kedua, ketiga, dan seterusnya. Selain itu, BI juga melarang adanya KPR rumah inden. Dengan peraturan ini, bank dilarang mengucurkan KPR bila bangunan rumah yang akan dibeli nasabah belum terbangun.

“Alasan diterbitkannya kebijakan baru ini adalah untuk menjaga stabilitas keuangan jika terjadi gagal bayar dan menghindari pertumbuhan kredit yang berlebihan,” tutur Edhie Haryanto, Kepala Divisi Relasi Departemen Komunikasi Bank Indonesia. Dalam aturan BI tersebut, masyarakat yang ingin membeli rumah pertama melalui fasilitas KPR, akan dikenakan LTV maksimal 70% atau uang muka (DP) sebesar 30% dari harga jual, rumah kedua 60% (DP 40%), rumah ketiga dan seterusnya 50% (DP 50%). Untuk rumah di bawah 70m2, peraturan ini tidak berlaku. Misalnya, Anda membeli rumah pertama dengan luas bangunan 96m2.

Sesuai dengan ketentuan BI, kredit yang akan dikucurkan oleh bank pemberi KPR maksimal 70% dari harga jual rumah. Dengan kata lain, uang muka (DP) yang harus Anda siapkan minimal 30% dari harga jual rumah. Jika Anda membeli rumah kedua (dengan luas juga di atas 70m2), sementara KPR rumah pertama tersebut belum lunas, itu artinya di rumah kedua ini Anda harus membayar DP 40%. Lain halnya bila rumah pertama tersebut sudah lunas, maka DP yang harus Anda bayarkan sama seperti rumah pertama, yakni hanya 30%.

Paragliding Challenge bagian 2

Terdapat pengatur tenaga mesin, berupa F yang berarti Full Power, dan L yang artinya Low Power. Pada jalur yang tidak terlalu lebar dan banyak angkutan kota berlalu­lalang, memilih mode L adalah keputusan yang bijak. Tiba di Gadok, Bogor, lalu lintas padat menyapa. Beruntung menggunakan sepeda motor, karena bisa lincah dalam melalui kepadatan lalu­lintas.

Sedangkan Resa hanya bisa pasrah mengantre di jalurnya saat macet mulai menyapa. Tetapi dengan suhu mesin tinggi khas sepeda motor besar, membuat area kaki cukup tersiksa ketika melintasi kemacetan. Apalagi ketika extra fan mulai bekerja pada suhu mesin 100 derajat Celcius. Untuk hal ini, Resa boleh berbangga hati dengan sejuknya embusan AC dan ftur hiburan kabin. Setelah sampai di kawasan Megamendung lalu lintas mulai mencair. Inilah saat yang tepat untuk menggunakan mode F, agar seluruh potensi mesin 636 cc muncul.

 Cukup mengapresiasi karena sepeda motor Kawasaki ini juga dilengkapi kontrol traksi layaknya mobil. Terdapat 4­mode, 1 untuk kondisi jalan kering dan halus, 2 untuk medan kering tapi kondisinya kurang baik, seperti berpasir, 3 untuk kondisi jalan basah, dan O? untuk mematikan fungsi kontrol traksi, mode ini lebih cocok dipakai di sirkuit. Setiba di kawasan Puncak yang relatif lengang dengan lintasan berliku menjadi kesenangan tersendiri baik bagi Anton dan Resa.

Plafon Rata dan Mulus serta Rumah yang dilengkapi Genset

Plafon Rata dan Mulus serta Rumah yang dilengkapi Genset. Dengan adanya genset tak perlu khawatir lagi listrik padam. Untuk mendapatkan genset yang berkualitas bisa pesan di Agen Jual Genset Bali yang bergaransi resmi serta memberikan potongan harga.

Gipsum merupakan material plafon yang kini paling banyak dipakai setelah tripleks. Material ini banyak dipakai pada rumahrumah bernuansa modern. Bahkan kini hampir semua pengembang menggunakan gipsum sebagai plafon proyek rumah mereka. Plafon yang rata, mulus, tanpa terlihat sambungan adalah salah satu daya tarik plafon ini. Di pasar, gipsum dijual dalam bentuk lembaran berukuran 120cm x 240cm.

Namun ada juga produsen yang memproduksi ukuran khusus. Ketebalannya bervariasi antara 9-15mm, dengan ketebalan ideal 9mm. Gipsum tipe standar warnanya putih atau abu-abu, tapi untuk fungsi-fungsi khusus ada yang hijau, biru, beige (krem), dan merah muda. Papan gipsum dapat dipasang menggunakan rangka kayu maupun metal (besi hollow).

Jika memakai rangka kayu, maka pemasangannya menggunakan paku, sedangkan pada besi hollow memakai sekrup. Di pasar ada berbagai macam merek gipsum, di antaranya Jayaboard (produksi PT Petrojaya Boral Plasterboard), Elephant (produksi PT Siam-Indo Gypsum Industry), Knauf (PT Knauf Gypsum Indonesia), dan A Plus. Harga Rp58.000–Rp82.000 per lembar ketebalan 3,5mm.

Kelebihan • Menghasilkan plafon yang rata, mulus tanpa terlihat sambungan. Hal ini akan sulit diperoleh jika menggunakan plafon berbahan tripleks misalnya. • Bisa dibuat berbagai bentuk, seperti bertingkat (drop/up ceiling), kubah (dome) dan lain sebagainya. • Modelnya bisa bervariasi karena gipsum memiliki beragam aksesori dan hiasan, mulai dari lis, hiasan tengah, hiasan sudut dan lain-lain. • Mudah dalam perawatan dan perbaikan. Bila ada yang rusak tidak perlu mengganti seluruh lembaran, tapi cukup memperbaiki bagian yang rusak saja dengan sistem dempul menggunakan kompon (plester). • Proses pemasangan cepat dan rapi. • Tidak mudah terbakar dan dimakan rayap. • Bisa dipasang menggunakan rangka kayu dan besi hollow. • Mudah didapat di pasaran.

Kekurangan • Tidak tahan terhadap air. Bila terjadi rembesan air dari atap mengenai plafon, akan meninggalkan noda bercak pada permukaan gipsum. Bahkan bisa membuat plafon hancur. • Perlu keahlian dalam pemasangan. • Tidak tahan terhadap benturan.

Tips : • Jika menggunakan rangka kayu, sebaiknya diserut lebih dahulu agar rata saat pemasangannya. • Tidak menggunakan gipsum pada plafon di area eksterior, seperti teras karena rawan kena tampias air hujan.

Paragliding Challenge

Akhir pekan merupakan waktu yang ideal un­ tuk melakukan aktivitas hobi, khususnya ke luar kota. Untuk memenuhi hasrat beraktivitas paragliding, kawasan Puncak, Jawa Barat menjadi lokasi “pelarian” yang cukup menggoda. Berangkat Sabtu pagi bersama Kawasaki ZX­6R 636, Anton memilih rute Parung menuju Puncak. Sementara Resa dengan Peugeot RCZ menempuh jalur tol Jagorawi untuk mencapai lokasi.

Pada awal perjalanan, Anton disuguhkan oleh kondisi jalan yang kurang begitu baik di kawasan Gunung Sindur, Bogor. Beberapa kondisi jalan bergelombang dan mengelupas, membuatnya harus ekstra hati­hati. Beberapa bagian jalan yang sedang dibangun, memberi tantangan tersendiri. Naik turun separasi jalan beton dan aspal sungguh menegangkan, karena motor ini memiliki tinggi jok 830 mm, membuatnya harus memilih area pijakan kaki yang pas agar tidak hilang kendali dan terjatuh.

Sementara Resa yang melewati tol Jagorawi bisa melaju dengan leluasa selain jalan mulus, lalu lintas juga lengang. Tapi selepas daerah Gunung Sindur, Anton mulai bernapas lega. Jalan raya Parung yang baru diperbaiki, membuatnya bisa mengeluarkan potensi mesin 4 silinder segaris milik ZX­6R 636 yang memiliki tenaga maksimal 129 dk. Selain bertenaga besar, sepeda motor ini juga bertabur teknologi keselamatan dalam melindungi pengendaranya.

Tahan Rayap dan Air serta Rumah yang Dilengkapi Genset

Tahan Rayap dan Air serta Rumah yang Dilengkapi Genset. Harga genset murah bisa dipesan melalui Distributor Jual Genset Surabaya yang bergaransi dan memberikan potongan harga.

Untuk mengatasi kekurangan material tripleks dan gipsum yang kurang tahan terhadap air, jamur, benturan keras, juga rayap dan api, muncul fiber semen sebagai alternatif yang bisa dipakai untuk interior dan eksterior. Material ini terbuat dari bahan campuran semen, pasir silika, gipsum, serat selulosa, dan zat aditif sebagai penguat.

Sebagai material yang mengandung bahan semen dan pasir, papan fiber semen lebih berat dibanding gipsum pada ketebalan yang sama. Oleh sebab itu, pemasangan fiber semen harus dengan alat yang lebih canggih seperti bor dan gergaji mesin, dan menyerap panas. Plafon fiber semen dapat dipasang pada rangka kayu maupun besi hollow.

Saat ini ada beberapa merek plafon fiber semen yang beredar di pasar, dua di antaranya GRC (glassfi berreinforced cement) produksi PT Bangun Perkasa Aditama Sentra dan Kalsiboard produksi PT Eternit Gresik. Bahan tripleks merupakan jenis penutup plafon yang sering dipakai, terutama di masyarakat golongan menengah ke bawah.

Papan fiber semen GRC dan Kalsiboard memiliki ukuran yang sama dengan gipsum, yaitu 120cm x 240cm. Ketebalannya bervariasi, antara 4–10mm pada GRC dan 3,5-6mm untuk Kalsiboard. Namun, pengembang lebih sering menggunakan fiber semen 4mm untuk GRC dan 3,5-4,5mm untuk Kalsiboard. Harga Rp58.000–Rp82.000 per lembar ketebalan 3,5mm.

Kelebihan • Tahan terhadap air, rayap, benturan, dan tidak merambatkan api. • Bisa dipakai di interior dan eksterior. • Bisa dipasang menggunakan rangka kayu dan besi hollow. • Bebas dari bahan asbes (Kalsiboard). • Mudah didapat di pasar.

Kekurangan • Bahan lebih keras dan lebih berat dibanding gipsum, sehingga pemasangan lebih sulit. • Pemasangan dengan rangka besi hollow harus menggunakan paku khusus. • Sambungan kurang rapi dan mudah retak. • Perawatan plafon yang rusak lebih sulit dibanding gipsum. • Harga lebih mahal dibanding gipsum.

Tips : Karena harganya yang relatif lebih mahal dibanding gipsum, sebaiknya fi ber semen dipakai untuk eksterior saja.

Tips Amankan Televisi Di Musim Hujan

Pilih Antena Berpenangkal Petir Pada umumnya, televisi yang menggunakan antena dalam akan lebih aman dari sambaran petir dibandingkan antena luar. Namun, sulitnya menangkap sinyal adalah kelemahan utama antena dalam, sehingga masih banyak rumah yang menggunakan antena luar. Pastikan Anda memilih antena luar berpenangkal petir dengan bahan logam yang tersambung langsung dengan kabel grounding, sehingga energi listrik dari petir yang sangat besar ini dapat langsung dialirkan ke tanah tanpa sempat menyambar elektronik.

Membuat Instalasi Grounding Grounding adalah bentuk instalasi listrik untuk meniadakan energi potensial yang berlebihan dengan cara membuangnya ke tanah. Instalasi grounding tertanam di dalam tanah yang mengandung air dan dipasang dengan jarak minimal 5m dari permukaan tanah. Saat energi listrik yang berlebihan dialihkan ke instalasi grounding, air akan segera menyebarkan kelebihan energi ini ke tanah untuk dinetralisir. Instalasi grounding di rumah memegang peranan penting. Pertama, untuk menyalurkan energi listrik berlebihan terutama saat petir menyambar agar tidak menyebabkan bahaya. Yang kedua, menstabilkan tegangan listrik pada berbagai sumber tegangan. Ketiga, mengurangi kontak listrik pada elektronik karena kelebihan energi sehingga usia pakai lebih panjang dan aman bagi penghuni.

Tips Amankan Televisi Di Musim Hujan dan Lengkapi Rumah dengan Genset

Tips Amankan Televisi Di Musim Hujan dan Lengkapi Rumah dengan Genset. Dengan adanya genset di rumah tak perlu khawatir lagi mati listrik. Dengan harga yang murah jika membelinya melalui Distributor resmi Jual Genset Jakarta tidak akan menguras kantong Anda.

Petir, lembap, bocor, dan perubahan cuaca yang signifikan, adalah beberapa faktor yang perlu kita waspadai di Indonesia, terutama saat musim hujan. Agar televisi di rumah tak mudah rusak karena cuaca, berikut ini 5 tip yang dapat dilakukan.

Cegah Rusak dengan Penetral Listrik yang tidak stabil dapat terjadi kapan saja, terutama saat hujan disertai petir. Tidak hanya televisi, peralatan elektronik lainnya juga rentan rusak menghadapi listrik yang tidak stabil ini. Voltase terlalu rendah bisa mengurangi kinerja elektronik, sedangkan voltase terlalu tinggi bisa memperpendek usia pakai elektronik. Ketidakstabilan ini dapat diatasi dengan memasang penetral listrik (stabilizer) sebelum daya dialirkan ke berbagai peralatan elektronik. Anda dapat memasangnya di dekat MCB (sekering), sehingga daya yang masuk akan lebih stabil sebelum dialirkan ke berbagai area di rumah.

Jauhi dari Bocor dan Lembap Di musim hujan, apapun bisa terjadi. Bocor yang telat terdeteksi dan udara lembap adalah 2 faktor yang bisa merusak televisi. Uap air yang menempel pada komponen televisi dapat menyebabkan korsleting saat televisi dinyalakan, sehingga akan merusak televisi. Untuk mencegahnya, pastikan plafon di atas televisi aman dari bocor. Letakkan televisi pada area yang kering dan jauh dari sumber air, seperti kolam, sehingga uap air tak mudah menempel ke dalam komponen televisi.

Matikan… dan Cabut! Kilatan petir terdiri dari muatan listrik yang luar biasa besar, sehingga akan mengganggu kinerja televisi. Efek ringannya, sinyal televisi terganggu sehingga gambar kurang jernih. Efek beratnya, terjadi korsleting bahkan kebakaran dalam sekali sambaran. Jika televisi Anda tak memiliki komponen penangkal petir, jalan termudah mencegah sambaran petir adalah memutus aliran listrik saat hujan lebat disertai petir. Selain mematikan televisi, jangan lupa juga mencabut stop kontaknya.

5 Cara Menghias Nasi tumpeng Agar Terlihat Cantik

Jika Anda ingin menghias nasi tumpeng, simak cara menghias nasi tumpeng berikut ini.

1.            Mencetak nasi tumpeng

Sebelum memulai membuat tumpeng sebaiknya Anda menentukan dulu nasi apa yang akan dibuat tumpeng. Anda bisa menentukan nasi kuning , nasi putih atau nasi uduk. Jika Anda ingin membuat tumpeng dari nasi kuning  maka buatlah nasi kuning terlebih dahulu kemudian Anda bisa mencampurannya dengan  beras ketandan hal tersebut bertujuan  agar tumpeng dapat berdiri kokoh.

Dan cara menghias nasi tumpeng agar menjadi bentuk kerucut adalah dengan menggunakan  cetakan kerucut. Anda bisa menggunakan cetakan alumunium atau Anda juga bisa menggunakan cetakan kue jika hendak akan  menyusun nasi tumpeng yang  bertingkat.

Jika Anda akan membuat nasi tumpeng ala tradisional jawa maka Anda bisa membuat nasi tumpeng yang  berbentuk kerucut, karena bentuk kerucut tersebut dipercayai sebagai simbol yang mengarah pada Yang Maha Kuasa

Jadi Anda bisa membuat tumpeng dengan ukuran yang besar sebagai pusat nasi tumpengnya, kemudian Anda bisa membuat anakan  tumpeng yang berukuran lebih kecil untuk mengelilinginya.

2.            Menentukan lauk sebagai pusat perhatian

Ternyata lauk pauk membantu mendukung bentuk tumpeng sebagai pusat perhatian dari nasi tumpeng. Anda bisa menggunakan ayam ingkung sebagai lauk pauk. Tapi tinggi lauk sebaiknya tidak melebihi tumpeng.

3.            Menyusun warna lauk yang Berwarna kontras dan menarik

Lauk pauk yang menemani tumpeng biasanya berwarna kecoklatan atau berwarna merah tua. Cara menghias nasi tumpeng selanjutnya, Anda bisa menyusun lauk pauk dengan susunan yang menarik di sekeliling nasi tumpeng.

4.            Menyusun hiasan alami

Cara menghias nasi tumpeng tidak akan lengkap tanpa menyusun hiasan dari bahan – bahan yang tadi telah Ada buat. Hiasan bunga mawar bisa Anda sebarkan di sekeliling nasi tumpeng. Hiasan lain dapat dibuat dari cabe yang dibentuk bunga atau dijadikan taburan.

Wortel dan lobak yang dibentuk menjadi bunga, angsa, burung atau anak ayam. Anda bisa menambahkan hiasan dari sayur – sayuran seperti daun kemangi, selada, peterseli ataupun daun seledri.

5.            Menambahkan pelengkap

Nasi kuning dalam tumpeng dimasak menggunakan santan yang diberi garam sehingga rasanya sudah gurih. Lauk pauk sebagai penghias nasi tumpeng juga memiliki rasa yang gurih. Dengan begitu, Anda bisa membuat sambal sebagai pelengkap tumpeng agar pas rasanya saat tumpeng dimakan bersama lauk pauk.