Program Instan Gelar Doktor

Pemerintah semestinya menutup program pascasarjana yang terbukti melahirkan doktor abal-abal. Praktik itu memungkinkan mahasiswa meraih gelar doktor kurang dari setahun, sangat kilat dibandingkan dengan normalnya—sekitar tiga tahun. Doktor adalah jenjang akademik tertinggi. Mereka yang meraih gelar itu idealnya mampu memberi perspektif atau temuan baru pada satu bidang ilmiah. Mustahil menyusun sebuah disertasi, sebagai syarat mencapai gelar itu, tanpa melakukan riset yang orisinal dan penelitian ”berdarah-darah” . Faktanya, banyak pejabat di daerah mengambil program S-3 di Jakarta, Surabaya, atau Bandung. Sejumlah universitas mempermudah kelulusan mereka. Tiba-tiba sang pejabat dengan gagah telah mencantumkan titel doktor di depan namanya. Predikat baru itu menjadikannya mendapat promosi jabatan.