Router Pribadi Serba Guna

Sepintas bisa jadi Anda mengiranya sebagai adaptor listrik. Tak sepenuhnya salah, sebab memang ada port USB di bodinya dan bisa dimanfaatkan untuk charger. Tapi apakah sebetulnya perangkat ini?

Baca juga : harga iphone

Desain

Berdimensi sekepalan tangan, router WiFi ini sangat ringan. Asumsinya, perangkat ini pasti praktis untuk dibawa ke manamana. Tinggal colok ke stop kontak, selanjutnya gunakan fungsi yang diinginkan. Oya, dalam paket disediakan dua kepala colokan, dua kaki dan tiga kaki. Jadi kalau bepergian ke luar negeri, kita bisa sesuaikan dengan model stop kontak di sana. Selain dari stop kontak, daya listrik juga bisa diperoleh dari laptop. Tinggal colokkan kabel data -disediakan dalam paket- ke port micro USB di router dan ke port USB di laptop.

Ada satu port LAN/Internet, satu port LAN, dan satu port USB pada bodi router. Port LAN/Internet berguna untuk mengubah koneksi internet kabel, misalnya dari LAN, menjadi hotspot WiFi. Port LAN untuk mengoneksi perangkat berkabel via WiFi. Port USB bisa dipakai untuk men-charge perangkat lain, misalnya smartphone atau tablet. Selain itu bisa juga dapat digunakan untuk mengakses USB storage atau printer wireless. Di sisi lain bodi, ada switch untuk pindah dari moda internet via koneksi wireless ke moda internet via koneksi wired. Lalu ada indikator yang menandai power, internet, WiFi, dan atau USB yang sedang aktif. Dan antena penangkap dan penguat sinyal.

Kinerja

Yes, perangkat ini utamanya memang sebagai router WiFi. Jika punya jaringan kabel, misalnya LAN, tinggal colokkan kabel LAN ke port-nya. Netgear Trek langsung berfungsi sebagai access point. Misalkan sedang berada di kamar hotel, yang biasanya hanya sediakan satu jalur kabel LAN untuk akses internet berbayarnya. Seringnya kita terpaksa menyetel profi l baru untuk tiap perangkat tiap kali mengoneksinya. Kalau pakai Trek, tinggal colok saja kabelnya ke Trek, satu setel profi l di tiap perangkat, dan kita bisa langsung berbagi akses internetnya ke laptop, tablet, dan smartphone lewat WiFi. Misalkan kita lagi nongkrong di food court yang punya hotspot WiFi publik. Di tempat seperti itu biasanya sinyalnya lemah. Nah, kita bisa pakai Trek untuk menggenjot sinyalnya sampai maksimal. Netgear mengklaim mampu mencapai kecepatan N300. Atau ingin bertransaksi e-banking? Di hotspot WiFi umum kan tak aman. Tapi dengan Trek kita bisa bikin jaringan ber-fi rewall pribadi. Dan seperti yang singgung di awal, kita bisa pakai Trek untuk men-charge smartphone atau tablet. Sayangnya, Trek belum dukung modem USB seluler. Pun tak bisa difungsikan jadi DLNA media server.

Daya Saing

Makin mungil perangkat, makin gampang dibawa. Makin banyak fungsi dalam satu perangkat, makin sedikit jumlah perangkat yang perlu dibawa. Dan biasanya total biayanya beli satu perangkat relatif lebih murah ketimbang beli seabrek perangkat. Inilah yang selalu dicari atas nama kepraktisan oleh mereka yang sering bepergian. Cukup banyak perangkat “multi-fungsi” yang dijual di pasar. Namun kombinasi fungsi yang ditawarkannya beda-beda. Sejauh ini mendapati perangkat yang mengombinasi router dan charger, router dan extender, sampai router dan cloud service. Tapi belum ketemu fungsi seperti yang ditawarkan Netgear Trek.