Semisal untuk menjamu kolega, terlalu berlebihan. Padahal tak semestinya seperti itu. Sewajarnya saja.

Contohnya? Misal pemberian kado. Dulu pernah mau memberikan kado senilai Rp 20 juta. Akhirnya saya cut. Saya kasih pilihan (bentuk kadonya), hingga nilainya tak lebih dari Rp 800.000. Terkadang pemberian istimewa itu tak harus selalu diukur dengan harga. Tapi ada beberapa benda yang sebenarnya tak bisa dinilai dengan uang.

Benda­benda seperti ini, saya pikir nilainya jauh lebih tinggi dari sekadar rupiah. Itu yang saya coba tanamkan. Yang terpenting makna dari pemberian kado tersebut. Bukan nilai banderolnya. Mengapa Anda bergabung di perusahaan ini? Salah satu alasannya, karena bos saya ini. Dulu saya bekerja di perusahaan minyak. Sekarang di dunia entertain seperti ini. Lebih enjoy di sini. Bosnya enak di ajak ngobrol. Kayak baut dan mur, ha … ha .. ha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *