Suka Banget Berlaku Agresif Bag3

Sedapat mungkin berikan dorongan agar ia tak patah semangat menyampaikan keinginannya. Jangan lupa memformulasikan kembali apa yang Mama tangkap dari maksud si kecil. Contoh, dengan mengatakan, “Oh, Tomi sebenarnya mau pinjammainan Kakak, tapi Kakak tidak dengar, ya?” Dengan demikian, Mama sekaligus mengajarkan cara yang benar untuk mendapatkan perhatian.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Bisa juga mencontohkan perilaku lain yang lebih menyenangkan untuk meminta perhatian. Misal, dengan memanggil atau menepuk tangan orang yang bersangkutan. “Menepuknya pelan-pelan saja, ya, supaya Kakak tidak merasa sakit. Begini caranya menepuk pelan-pelan…” PERILAKU YANG DIHARAPKAN Orangtua juga disarankan secara rutin mempelajari pemicu munculnya perilaku agresif si kecil. “Bila perlu, tuliskanlah dalam jurnal kecil,” ujar Nuri.

Melalui jurnal tersebut, kita juga dapat merencanakan kalimat-kalimat dan tindakan yang akan disampaikan kepada si kecil, apabila ia menunjukkan perilaku agresif tertentu. Cara ini membuat kita akan lebih tenang dan terkendali saat menghadapinya. Untuk mendorong buah hati melakukan perilaku yang diharapkan, ajak ia melakukan berbagai hal yang mendukung perilaku tersebut.

Memeluk boneka atau memberi makan kucing, umpama. Pada prinsipnya, kita perlu mendekatkan anak dengan perilaku yang diharapkan dan menjauhkan anak dari perilaku yang tidak diharapkan. Jauhkan si kecil dari tontonan yang mengandung muatan kekerasan, baik itu kekerasan fisik maupun verbal. Jika ia terlihat memerhatikan perilaku seperti itu, segeralah memberi pengertian kepadanya bahwa melakukan kekerasan kepada orang lain di sekitarnya merupakan adalah perilaku yang tidak baik. Cara lain, menurut Nuri, adalah dengan membuat program pengendalian diri yang pada dasarnya memberikan alternatif pengalihan energi. “Ketika kita melihat batita hendak memukul atau memandang, segera alihkan aktivitasnya dengan mengajaknya bermain yang bersifat fisik.

Seperti, bermain kejarkejaran, loncat batal, petak umpet, dan sebagainya,” ujar Nuri. Dengan latihan-latihan ini, diharapkan batita dapat mengurangi perilaku agresifnya. Lalu, jika ia sudah berhasil mendapatkan keinginannya tanpa perilaku agresif, jangan lupa memberikan pujian, ya. Bisa juga berbentuk hadiah sederhana, seperti stiker lucu atau aksesori menarik. Namun jika kita merasa perilaku agresif si kecil sudah di luar batas kewajaran, tak ada salahnya berkonsultasi langsung dengan ahli tumbuh kembang anak.

Sumber : https://ausbildung.co.id/